Kamis, 10 Mei 2012

Sri Mulyani Beberkan Praktik Korupsi di Indonesia

Selasa, 16 November 2010, 23:10 WIB
Sri Mulyani Beberkan Praktik Korupsi di Indonesia
Sri Mulyani
REPUBLIKA.CO.ID, BANGKOK--Dari posisi barunya yang prestisius sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia, Sri Mulyani Indrawati kembali melancarkan tusukan berikutnya kepada musuh-musuh lamanya, tanpa menyebutkan nama musuh-musuhnya itu, demikian The Jakarta Globe dalam edisi 11 November 2011.

"Korupsi jalin menjalin dengan politik, dan ada serangan kasar terhadap mereka yang memerangi korupsi," kata Sri pada Konferensi Internasional Antikorupsi ke-14 di Bangkok, Rabu pekan lalu.

Komentar Sri Mulyani ini, demikian Jakarta Globe dalam lamannya, bersinggungan dengan komentar serupa darinya bulan Mei lalu, ketika dia menuduh kekuatan tertentu tengah membajak reformasi ekonomi di Indonesia.

Komenter ini, menurut harian Indonesia berbahasa Inggris tersebut, diyakini tertuju langsung kepada juragan bisnis dan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie yang dianggap menentang banyak kebijakan reformis yang dipromosikan Sri Mulyani.

Setelah meninggalkan posnya sebagai menteri keuangan menyusul rekomendasi Pansus DPR bahwa keputuannya mengalirkan dana talangan (bailout) ke Bank Century sebesar Rp 6,7 triliun sebagai ilegal, Sri Mulyani tampil seolah menikmati ruang lebih lapang di Bank Dunia dengan tanpa ragu menunjuk (korupsi di) Indonesia. "Kadang-kadang korupsi datang dalam bentuk obat-obatan palsu, sehingga orang tidak bisa sembuh atau meninggal," kata Sri.

"Kadang korupsi menyembul dari bangunan yang ambruk akibat bencana alam, karena kualitas pengawas yang mengutip bayaran dari kontraktor pembangunan untuk pemalsuan (dokumen) pemeriksaan. Korupsi bisa membunuh.”

Sri mengungkapkan sejumlah keberhasilan Bank Dunia di bawah kepemimpinannya, di antaranya mencabut izin usaha Macmillan selama enam tahun karena perusahaan ini menyogok untuk mendapatkan kontrak Bank Dunia di Afrika. Meskipun mengaku memiliki cukup alasan untuk meragukan komitmen pemerintah Indonesia dalam memerangi korupsi, Sri tetap optimistis bahwa kemajuan telah dicapai Indonesia sejak 15 tahun lalu manakala kampanye antikorupsi semakin gencar.

Korupsi, kata Sri Mulyani, tidak bisa lagi diabaikan oleh para politisi Indonesia. "Dan KPK, komisi antikorupsi kami, telah mencapai kemajuan yang besar, di tengah kesulitan-kesulitan yang dihadapinya,” sambung Sri.

Sejumlah pihak berspekulasi, dengan terus berkomentar soal korupsi dan politik di Indonesia, Sri berencana turun ke gelanggang politik pada Pilpres 2014.

Mengenai hal ini, dia menjawab, "Saat ini saya hanya berkonsentrasi pada tugas saya di Bank Dunia."

"Tentu saja, Bank Dunia memiliki banyak proyek di Indonesia, seperti halnya di negeri-negeri lainnya, dan itu dapat membantu Indonesia mencapai tujuan-tujuan pembangunan nasionalnya," demikian Sri Mulyani seperti dikutip The Jakarta Globe.
Redaktur: Siwi Tri Puji B
Sumber: Antara

Ini Dia Foto-foto di Pesawat Sukhoi Sebelum Jatuh

Tribunnews.com - Rabu, 9 Mei 2012 20:19 WIB
Sha
Share
Email
Print
 Text  +  –
Ini Dia Foto-foto di Pesawat Sukhoi Sebelum Jatuh - pramugari_II_copy.jpg
Twitter
sebelah kiri adalah pilot pesawat berkursi 98 seat itu, Alexander Yablontsev. Mereka berpose dengan dua pramugari dari Sky Aviation, salah satu pemesan pesawat komersial perdana besutan produsen pesawat tempur Rusia, Sukhoi tersebut. Di sebelah dua perempuan itu terdapat kopilot Alexander Kochetkov. Mereka tersenyum penuh kegembiraan.
Ini Dia Foto-foto di Pesawat Sukhoi Sebelum Jatuh - canvas_copy.jpg
Twitter
Pramugari dari Sky Aviation berpose di kabin pilot sebelum pesawat Sukhoi lepas landas
Ini Dia Foto-foto di Pesawat Sukhoi Sebelum Jatuh - sukhoi_copy.jpg
Twitter
Aktivitas di dalam kabin pesawat Sukhoi Super Jet 100 sebelum jatuh
Ini Dia Foto-foto di Pesawat Sukhoi Sebelum Jatuh - pramugari_copy.jpg
Twitter
Dua orang pramugari Sky AViation yang ikut terbang bersama Sukhoi Super JEt 100 berpose di pintu masuk pesawat
Ini Dia Foto-foto di Pesawat Sukhoi Sebelum Jatuh - sergey.jpg
Twitter
pilot pesawat berkursi 98 seat itu, Alexander Yablontsev.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pesawat milik Rusia bernama Sukhoi Superjet 100 yang sedang melakukan demo terbang hilang dari pantauan radar. Pesawat itupun dipastikan jatuh di sekitar kawasan Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat.
Kantor berita Rusia, RIA Novosti pada pukul 14.09 WIB memberitakan, pesawat tersebut membawa 44 orang, yang terdiri atas delapan warga Rusia dan 36 warga negara asing. Pesawat dinyatakan gagal kembali ke bandar udara tempat keberangkatan, setelah melakukan demo terbang mengelilingi udara Jakarta.
Pesawat tersebut berada di Jakarta dalam rangka menggelar pertunjukan keliling (road show) ke beberapa negara termasuk Indonesia.
Sebelum pesawat jatuh foto-foto kegiatan di dalam kabin sempat diabadikan, seperti misalnya pilot pesawat berkursi 98 seat itu, Alexander Yablontsev. Mereka berpose dengan dua pramugari dari Sky Aviation, salah satu pemesan pesawat komersial perdana besutan produsen pesawat tempur Rusia, Sukhoi tersebut.
Di sebelah dua perempuan itu terdapat kopilot Alexander Kochetkov. Mereka tersenyum penuh kegembiraan.
Foto itu dipasang oleh Sergey Dolya di twitternya, Rabu (9/5/2012).
Ada pula beberapa foto pramugari yang berpose sebelum tinggal landas dan kegiatan menjamu para penumpang di dalam kabin pesawat.(*)
Updating Sukhoi Jatuh di sini
Berita Terkait: Pesawat Sukhoi Jatuh